Kemendikbudristek Luncurkan Revitalisasi UKS Sekolah Sehat, untuk Wujudkan Anak Sehat Berkarakter

Agt 24, 2022

Dengan dimulainya kembali pembelajaran tatap muka, satuan pendidikan perlu memperhatikan kembali kondisi kesehatan anak dan kebersihan lingkungan sekolah, sebab syarat utama anak-anak bisa belajar dengan optimal adalah kesehatan dan kecukupan gizi.

Oleh karena itu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui Sekolah Sehat untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas berkarakter.

Dalam peluncuran Kampanye Sekolah Sehat yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kapuk Muara 03, Jakarta Utara, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengajak pemerintah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan bergotong royong untuk merevitalisasi UKS sebagai upaya promosi kesehatan warga sekolah.

“Mari bergotong royong untuk merevitalisasi UKS melalui kampanye Sekolah Sehat dalam mewujudkan anak Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas berkarakter,” ajak Mendikbudristek dalam peluncuran Revitalisasi UKS melalui Sekolah Sehat, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kapuk Muara 03, Jakarta Utara, Selasa (23/8).

Mendikbudristek juga menjelaskan, ada tiga prioritas yang perlu dicapai melalui kampanye Sekolah Sehat, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, dan sehat imunisasi. Sehat bergizi diperoleh dengan memberikan pemahaman gizi seimbang melalui Isi Piringku dengan pembiasaan makan dan minum dengan gizi seimbang, dan menghindari atau meminimalisir konsumsi makanan cepat saji, makanan atau minuman yang berpemanis, berpengawet, kurang serat, tinggi gula, garam, dan lemak, serta dengan pembiasaan kantin sehat.

“Sementara itu, untuk mencapai sehat fisik maka ada beberapa pembiasaan yang harus dilakukan. Misalnya, melakukan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) seminggu sekali, melakukan gerakan peregangan saat pergantian jam pelajaran, optimalisasi Lompat, Lari, Lempar, Loncat (4L) melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional pada jam istirahat, optimalisasi intrakurikuler dan ekstrakurikuler olahraga, serta dengan melakukan pembiasaan jalan kaki,” ujar Mendikbudristek menjelaskan.

Lebih lanjut, pada sehat imunisasi, ada tiga hal yang bisa dilakukan yaitu pemetaan status imunisasi, pemberian rekomendasi, dan pelaksanaan imunisasi dasar lengkap bagi usia sekolah.

Untuk mewujudkan Revitalisasi UKS melalui Sekolah Sehat, ada lima sasaran yang terlibat yaitu SD seluruh Indonesia, pendidik dan tenaga kependidikan, tim pembina dan pelaksana UKS, orang tua, serta masyarakat.

Gerakan Sekolah Sehat akan dimulai dari jenjang SD untuk kemudian berkembang ke jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sederajat.

“Sekali lagi saya ingin mengajak Ibu dan Bapak kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua, adik-adik pelajar, dan seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari pemerintah dan swasta, untuk menggerakkan kampanye Sekolah Sehat untuk anak-anak Indonesia bisa belajar dengan merdeka dalam keadaan sehat,” tutup Mendikbudristek.

Senada dengan itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kesehatan menjadi hal penting bagi anak di masa pertumbuhannya, dan lingkungan sekolah yang sehat menjadi hak bagi setiap anak Indonesia.

Oleh karena itu, Menkes turut mendukung adanya program Revitalisasi UKS melalui Sekolah Sehat. Menurutnya, program tersebut dapat dicapai dengan optimalisasi peran dan fungsi organisasi tim pembina UKS pada setiap jenjang sekolah, peran serta peserta didik, guru, orang tua, komite sekolah serta masyarakat.

“Dengan terciptanya Usaha Kesehatan Sekolah yang efektif diharapkan dapat mendukung terciptanya peserta didik yang sehat dan berkualitas yang merupakan investasi bangsa. Sehat sekolahku, Sehat Indonesiaku,” jelas Menkes.

Hingga saat ini, sebanyak lebih dari 12.450 sekolah di seluruh Indonesia yang menerima kontribusi dari beberapa mitra seperti Awina Sinergi Internasional, Danone Indonesia, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), KAO Indonesia, Maleo Group, Nestle, Nutrifood, Save the Children Indonesia, Twitter, Uni-Charm, dan Unilever untuk mewujudkan Sekolah Sehat.

Sejumlah kontribusi para mitra dalam mewujudkan Sekolah Sehat diantaranya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan edukatif dan penyediaan ahli, menyediakan prasarana/perlengkapan/peralatan penunjang untuk berbagai aktivitas kampanye Sekolah Sehat, menyelenggarakan kampanye kreatif melalui media massa dan media sosial, serta dengan dukungan kompetisi terkait. Saat peluncuran Sekolah Sehat, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama antara Kemendikbudristek dengan para mitra.

Selain itu, sebagai rangkaian kampanye Sekolah Sehat, Kemendikbudristek akan menggelar lomba video gerak sehat yang melibatkan seluruh Sekolah Dasar di Indonesia sebagai peserta. Informasi terkait lomba akan dipublikasikan lebih lanjut melalui media sosial Kemendikbusristek.

Share:
No Comments
Leave a reply
Download BrochuresSE Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021
DOWNLOAD NOW
logo

DIREKTORAT JENDERAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Permendikbudristek Nomor 28 Tahun 2021 menjelaskan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, diantaranya adalah merumuskan kebijakan peserta didik, sarana prasarana, dan tata kelola di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan khusus, pendidikan keaksaraan, dan pendidikan kesetaraan.
CONTACT US
KANTOR PUSATKompleks Kemdikbud Gedung E Lantai 5 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
021-5725610
021-5725610
pauddikdasmen@kemdikbud.go.id
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Copyright © 2020 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi All rights reserved.